Job Identification
Bagaimana membuat Identifikasi Jabatan yang kosong ?
Tahap awal dalam melakukan rekrutmen adalah mengidentifikasi posisi / jabatan yang dibutuhkan. Di beberapa perusahaan pekerjaan ini bukan menjadi bagian pekerjaan rekrutmen, namun sebagai orang rekrutmen sudah seharusnya tahu apa yang dimaksud Job Identification (JI). Biasanya yang terlibat dalam melakukan JI selain bag. rekrutmen adalah Bagian Human Resources dan User atau Department Head.
Untuk mengidentifikasi posisi yang kosong, kita harus menganalisa pekerjaan, analisa pekerjaan yang sempurna dan menyeluruh sebaiknya mencakup beberapa hal yang rinci, yakni :
- Tujuan, Perlu diidentifikasi dengan tepat maksud dan tujuan pekerjaan. Jabarkan apa yang diharapkan dari karyawan bagi kepentingan departemen dan perusahaan.
- Posisi, Nama pekerjaan, lokasi, kepada siapa ia bertanggung jawab dan untuk siapa hasil kerjanya diberikan. Termasuk juga mencakup orang-orang yang berhubungan kerja dengannya.
- Tugas Utama, Point ini merupakan point inti dari JI. Daftar tugas utama mencakup serangkaian prosedur yang harus diikuti, standar kerja yang harus dicapai dan dipelihara, metode pengukuran, penilaian dan pencatatannya.
- Kualitas yang diperlukan, Setelah menyusun point 1 s.d 3 akan memberi gambaran kulitas pekerja seperti apa yang diharapkan, jabarkanlah ke dalam pokok-pokok umum mengenai ketrampilan, pengetahuan dan pengalaman.
- Lingkungan kerja, Lingkungan kerja dari pekerjaan cukup berpengaruh dalam menentukan kualitas pekerja yang dibutuhkan. Misalnya saja seorang driver, akan sangat beda jika kita membutuhkan driver yang bertugas didalam kota dan di luar kota.
Semua rincian ini sangat penting kalau anda akan mengambil keputusan berkenaan dengan pekerjaan tersebut dan menentukan orang yan dibutuhkan untuk melakukannya.
Filed under: Recruitment, Theory | Leave a Comment
Tags: Human Resources, Job Identification, Recruitment
Cari
-
Anda sedang menjelajah arsip weblog Recruitment Indonesia.
No Responses Yet to “Job Identification”