Karyawan Kontrak… Nasibmu ???

09Jun08

Apa bedanya sih antara Karyawan Kontrak dengan Karyawan Tetap?

Memang rasanya tidak enak jika status kekaryawanan kita dalam suatu perusahaan diakui sebagai karyawan kontrak, akan terasa berbeda jika kita sudah diangkat sebagai karyawan tetap.

Perbedaan utama dari status karyawan kontrak dan tetap adalah dari status legalnya, jika karyawan tetap tidak memiliki jangka waktu untuk karyawan kontrak memiliki jangka waktu. Hal ini juga dituangkan dalam Perjanjian kerja karyawan, karyawan kontrak akan diberikan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang artinya memiliki jangka waktu habisnya hubungan kerja, sedangkan Karyawan tetap dituangkan dalam Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Karyawan kontrak dalam perarturan ketenagakerjaan di Indonesia memang diperbolehkan dan sudah diatur. Kontrak kerja untuk karyawan sejatinya dimaksudkan untuk diberlakukan kepada pekerjaan-pekerjaan yang memiliki karekteristik tertentu, yaitu :

  1. Pekerjaan yang selesai atau sementara sifatnya
  2. Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun
  3. Pekerjaan yang bersifat musiman
  4. Pekerjaan yang berkaitan dengan produk baru, kegiatan baru atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan

Hal tersebut sesuai dengan UU ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003.

Dalam prakteknya karyawan kontrak tidak hanya diberlakukan oleh perusahan atas dasar kepentingan diatas tersebut, banyak sekali penyimpangan yang dilakukan oleh perusahaan dalam hal kontrak kerja. Adapun pertimbangan perusahaan untuk melakukan kontrak kerja karyawan lebih banyak disebabkan untuk memperkecil biaya resiko industrial perusahaan. Dengan memberlakukan kontrak kerja, perusahaan tidak lagi mencadangkan biaya pesangon yang akan timbul bila sewaktu-waktu terjadi Pemutusan Hubungan Kerja. Perusahaan cukup menunggu kontrak kerja karyawan berakhir dan tidak memperpanjang kembali kontrak kerja karyawan.

Hal – hal seperti diataslah yang menyebabkan kaum buruh sangat menentang adanya sistem karyawan kontrak. Di sisi lain perusahaan juga dituntut untuk meningkatkan kemampulabaannya (profitabilitas), ini menyebabkan praktek-praktek yang kurang sesuai terhadap karyawan kontrak. Ditambah lagi kondisi makro Indonesia, dimana supply tenaga kerja jauh lebih tinggi dibandingkan dengan demand yang ada. Pada negara maju sistem karyawan kontrak malah diminati oleh karyawan, ini disebabkan bargaining power dari si pekerja cukup tinggi. Di negara maju karyawan kontrak dapat menikmati gaji dan fasilitas yang lebih tinggi dibanding dengan karyawan tetap. Disamping itu mereka akan menerima bonus dan imbalan jasa jika performance baik atau target yang ditetapkan tercapai.

Jika kita telaah lebih jauh, Industri ketenagakerjaan di Indonesia memang belum terbentuk dengan kondisi yang lebih matang. Industri ketenagakerjaan di Indonesia masih di dominasi oleh karyawan blue collar yang belum memiliki bargaining power yang tinggi. Tenaga kerja Indonesia banyak yang masih mengandalkan tenaga dan skill low level, sehingga hal tersebut menjadikan alasan bagi pengusaha untuk menekan nilai tawar buruh. Adapun sistem perlindungan yang dilakukan pemerintah terhadap buruh, sebetulnya hanyalah suatu garis minimal saja dimana pemerintah mencoba membatasi kezaliman pengusaha terhadap buruh, belum sampai pada peningkatan nilai tawar tenaga kerja Indonesia.

Dream Company

About these ads


5 Responses to “Karyawan Kontrak… Nasibmu ???”

  1. 1 nenyok

    Salam
    itu dia yang jadi masalah kan penyimpangannya, miris juga melihat keadaan begitu, ah bayangkan menjadi karyawan kontrak justru dengan gaji tak memadai, tak ada jaminan apa2 apalagi jaminan keberlangsungan kerja, sepertinya sistem ini lebih menguntungkan pihak perusahaan ya :)

  2. 2 donkmarch

    Buat Nenyok, Memang kalau kita lihat di satu sisi itu hanya menguntungkan pengusaha namun jika kita sadari lebih jauh terjadinya sistem tersebut adalah disebabkan kondisi pasar tenaga kerja Indonesia. Kondisi ini memang masih dirasakan timpang dan memberatkan karyawan, namun dengan meningkatnya jumlah pengusaha diharapkan meningkat pula posisi tawar tenaga kerja Indonesia.

  3. salam kenal,

    tks untuk tulisannya, menambah wawasan ttg dunia SDM.

  4. 4 lucky

    seharusnya sistem karyawan kokntrak itu memiliki undang-undang perlindungan dari pemerintah,agar perusahaan tak menjadikan kart\yawan kontrak sebagai lat yang bisa digunakan menarik keuntungan,dan ketika target mereka tercapa,mereka tingal menunggukokntrak berakhir,pemutusan kerh\ja secara sepihak,tanpa ada pesangon sebelumnya,,,mau sampai kapan kita didzolimi terus…
    pemerintah harusnya lebih peduli nasibburuh,toh suatu negara itu dibangun dari starta yang paling kecil dulu ,,,tapi sestem yang ada hanya mengguntungkan perusahaan pada umumnya..

  5. 5 edison

    tx banget y buat infonya. soalnya saat ini saya mau megajukan lamaran kerja ke suatu perusahaan dimana ditetapkan nantinya sebagai karyawan kontrak. tetapi setlh membaca tulisan ini, saya mengurungkan niat saya untuk mengajukan lamaran saya. karna banyak karyawan kontrak semata-mata hanya menguntungkan pihak perusahaan saja…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: