Menemukan Kekuatan Hati

05Agu09

Rutinitas kerja yang semakin meningkatkan volume kerja otak terkadang membuat kita lupa, hakikat sebenarnya untuk apa kita bekerja. Target pekerjaan, complain, dead line, omelan boss sudah menjadi makanan kita sehari-hari, hal ini semakin mengalihkan perhatian terhadap tujuan kita bekerja itu sendiri. Permasalahan kerja terkadang hingga terbawa dalam kegiatan kita sehari-hari, malah bisa merusak mood kita dalam beraktivitas di luar pekerjaan. Permasalahan demi permasalahan semakin menghimpit dan memenuhi kepala kita, “mau pecah rasanya kepala ini” ungkapan itu sering sekali terdengar saat kita dihimpit masalah.

Baru – baru ini saya ikut training dengan judul : Basic Training – Mind Focus. Training yang diadakan oleh Katahati Institute, diadakan di Ballroom Grand Flora Hotel daerah Kemang Jakarta.  Bagi yang sudah membaca buku Quantum Ikhlas pastinya tidak asing dengan penyelenggara dari Training ini,  karena memang Foundernya adalah Erbe Sentanu yang juga menulis buku Quantum Ikhlas.

Training dimulai pukul 8 pagi, dipandu oleh seorang MC. Sesi pertama, materi yang disampaikan memang pengulangan dengan apa yang ada di buku. Disampaikan hal-hal yang bersifat teoritis mengenai pengertian kuantum dan pengenalan diri kita sebagai Manusia. Dunia ini terdiri dari materi, sedangkan materi terbuat dari zat yang tak tampak.  Benda > Molekul > Atom > Partikel > Quanta > Energi Vibrasi. Di bagian lain sang Trainer yang kebetulan masih cukup muda, mengatakan bahwa gelombang otak manusia terbagi dalam 4 kategori gelombang, yaitu Beta, Alfa, Theta dan Delta. Dari keempat gelombang otak tersebut, manusia lebih banyak menggunakan Gelombang Beta, gelombang ini bersifat Kognitif, analitis, logika dan lain sebagainya, intinya pada gelombang ini otak kita dibebani kerja yang berlebih. Sedangkan kedua gelombang otak lainnya yaitu Alpha dan Theta adalah gelombang dimana adanya kondisi relaksasi pada otak sehingga dapat secara jernih mengakses otak bawah sadar.

Kenapa kita harus mengakses otak bawah sadar? karena ternyata menurut penelitan “kekuatan pikiran sadar hanya 12 %,  sedangkan kekuatan otak  bawah sadar sebesar 88 %”. Ini menjelaskan bagaimana orang-orang terdahulu kita memiliki kemampuan yang luar biasa. Karena mereka berlatih untuk meditasi dan mengakses otak bawah sadar untuk mencapai keinginannya.

“Berdoalah dengan penuh keyakinan doamu dikabulkan Allah” Muhammad SAW

Selain paparan teori untuk mengenali kondisi tubuh, di training ini juga kita dibimbing untuk membuat surat doa. Surat untuk memperkuat (afirmasi) kita dalam mencapai suatu tujuan. Selanjutnya kami dibimbing pada tahap visualisasi tujuan, dibantu dengan Digital Audio Prayer. Digital Audio Prayer sendiri adalah suatu bunyi-bunyian yang diprogram agar dapat membantu kita mencapai Alpha state (Zona Ikhlas).

Pernahkah kita bertanya, “kenapa saya sudah seringkali berdoa namun tidak dikabulkan?”. Penyebabnya antara lain karena kita berdoa tanpa keyakinan yang penuh, hal ini mengakibatkan doa yang kita panjatkan pun tidak terwujud. Selain itu selama ini kita berdoa kepadaNya seringkali melupakan kenikmatan yang sudah kita terima. Kita hanya bisa mengeluh saja, tanpa bisa bersyukur apa yang kita terima. Pad training ini kita diajarkan bagaimana berdoa dengan segenap hati dan memvisualisasikan bahwa keinginan yang kita inginkan sedang kita nikmati sambil kita mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita termasuk mesyukuri  nikmatnya mendapatkan apa yang kita minta.

Tapi inti dari materi yang diberikan adalah merubah cara pandang kita terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul kepada diri kita. Setiap persoalan adalah datangnya dari Yang Maha Pencipta, maka kembalikanlah persoalan tersebut kepadaNya, insyaAllah diberikan solusinya. Diriwayatkan oleh Imam Ja’far dalam kitab Al Bihar : “Apabila seorang hamba berkata, Tiada daya dan kekuatan kecuali selain Allah, maka Allah menjawab, “Hai para malaikat-Ku, hamba-Ku telah ikhlas berpasrah diri, maka bantulah dia, tolonglah dia, dan sampaikan (penuhi) hajat keinginannya”.

Kembali lagi kepada para pekerja, persoalan pekerjaan yang terkadang terbawa sampai aktivitas sehari-hari, sebaiknya mulai merubah cara pandang, bahwa hidup ini hanya merupakan sementara dan semuanya dikembalikan kepada YMK.



No Responses Yet to “Menemukan Kekuatan Hati”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: